Informasi

Bahaya Memakan Ikan Sapu Kaca

ikan sapu kaca

Bahaya Memakan Ikan Sapu Kaca – Masyarakat sekarang ini harus waspada ketika ingin makan ikan sapu kaca yang ditangkap dari sungai. karena ikan ini merupakan ikan yang organisme hidupnya di sungai yang tercemar dengan logam berat seperti tembaga (tembaga), kadmium (kadmium) dan timbal (timbal). memakan ikan sapu kaca sangat berbahaya untuk kesehatan.

“Ikan sapu adalah bio-organisme yang mengkonsumsi timbunan logam di perngulu Sungai.” Polutan yang masuk dan terakumulasi dalam sapu ikan, “kata Eiko Ristyana Setyarini, baru-baru ini dipengaruhi oleh kandungan mineral pada konsentrasi yang relatif tinggi, jadi.
Ristiana menjelaskan bahwa jika tubuh organisme sangat terkontaminasi dengan logam berat, itu akan berdampak pada kesehatan tubuh anda.
Efek tembaga adalah kerusakan hati, sementara tingkat cadmium termasuk penyakit ginjal, gangguan perut, dan osteoporosis. Selain itu, juga mengurangi hemoglobin darah dan pigmentasi gigi. Efek yang muncul termasuk kerusakan saraf ke otak, anemia, dan kelumpuhan.
Oleh karena itu, mahasiswa Sekolah Kedokteran UMS menyarankan agar masyarakat jangan mengonsumsi ikan sapu dari Solo Pinguawan.

Menurut Ristyana, metode yang digunakan untuk memeriksa kandungan logam berat dalam pembersih vakum adalah AAS (Atomic Absorbsion Spectrum). Logam berat yang dipelajari adalah tembaga (Cu), cadmium (Cd) dan timbal (Pb).
Dalam penelitiannya, Ristyana mengambil sampel pada tiga titik dan mengambil setiap titik spesimen dari ikan sapu tiga ekor. Tiga titik sampel termasuk Lembah Sungai Penjawan Sulu di Nguter, Sukhoarjo, Sungai Premulung, Outlet Area Bekonang, Sukhoarjo dan Outlet Kolar Anyar Jebres Solo. Studi menemukan bahwa kandungan logam berat rata-rata.
ikan sapu kaca yang telah terkontaminasi dengan limbah industri dan terkena logam berat dapat menyebabkan gatal di sekitar rongga mulut.

Mengkonsumsi ikan Sapu sapu yang telah terkontaminasi dengan limbah industri yang mengandung logam berat seperti timbal dan tembaga dapat mencegah aliran darah ke otak, menyebabkan iritasi, septikemia, oksigen ke kepala dan kerusakan pembuluh darah di otak yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*