Nike Hyperdunk X

Sepatu Nike seri Hyperdunk pertama kali dirilis pada tahun 2008 dan tidak terasa sudah 10 tahun mendunia serta mewarnai dunia olahraga basket. Untuk merayakan genapnya 10 tahun seri Nike Hyperdunk, Nike kembali merilis seri terbaru dari Hyperdunk yang diberi nama Nike Hyperdunk X ( lambang X ini merupakan angka Romawi yang merujuk kepada angka 10 ).

Pada bagian upper sepatu Nike Hyperdunk X ini, Nike memilih untuk menggunakan material lembut dari bahan Mesh, dimana bahan Mesh ini memiliki sirkulasi udara yang sangat baik. Nike juga menggunakan material Neoprene yang merupakan sejenis karet sinteteis dan memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi.

Untuk bagian midsole dari Hyperdunk X ini menggunakan bahan Phylon serta menggunakan bantalan Nike Zoom Air pada bagian forefoot dan bagian heelnya. Bantalan ini mirip dengan yang digunakan pada Hyperdunk 2016. Namun, Zoom yang digunakan pada Hyerdunk X ini lebih tebal dari Hyperdunk 2016 yaitu dengan ukuran ketebalan sebesar 14mm. Bantalan Zoom ini dibuat dari bahan karet khusus yang lembut serta memiliki pola menyerupai soundwaves pada bagian outsole.

Selain itu semua, pada Hyperdunk X juga terdapat padding pada bagian collar(kerah sepatu) serta tambahan TPU Swoosh di bagian lateral, sehingga membuat Hyperdunk X menjadi sangat menarik.

Selain menarik, Hyperdunk X juga diklaim memiliki sistem kuncian serta traksi yang sangat baik. Memilih Nike Hyperdunk X sebagai sepatu basket pilihan merupakan sebuah keputusan yang tidak akan membuat anda menyesal.

Nike Flywire, Teknologi Kabel Ajaib

Pada tahun 2008 silam, Jay Meschter yang merupakan Direktur Inovasi dari Nike memperkenalkan sebuah design teknologi baru yang dapat diterapkan pada sepatu yang memiliki fungsi untuk memberikan dukungan pada kaki agar kaki tetap terkunci dengan baik pada tempatnya yang diberi nama Flywire.

Flywire ini terdiri dari filamenfilamen atau kain-kain tipis yang didesign secara khusus dan diletakan pada posisi strategis pada sepatu. Flywire ini dapat diibaratkan seperti kabel-kabel yang dapat kita temukan pada sebuah jembatan gantung. Kabel-kabel atau filamen-filamen  ini berfungsi untuk memberi dukungan dan mengunci secara tepat pada tempat yang diperlukan.

Matthew Nurse selaku Senior Researcher dari Nike Sports Research Lab menyatakan bahwa keuntungan dari teknologi Flywire ini adalah memberikan penyesuaian pada kaki sehingga kaki pemakai akan tetap terasa nyaman saat berjalan ataupun saat berlari. Flywire diaplikasikan pada bagian atas/upper sepatu ini berguna untuk mencegah kaki pemakai agar tidak tergelincir saat berjalan atau berlari, hal tersebut dikarenakan Flywire mengunci secara tepat serta menahan kaki pemakai tetap berada pada posisi yang seharusnya.

Teknologi Flywire ini sudah digunakan pada beberapa seri sepatu Nike, misalnya sepatu basket Nike Lebron 15, Hyperdunk, Kyrie 4, Zoom KD 11, dan Air Max Infuriate II.

Lebron James XV
Lebron James XV
Hyperdunk
Hyperdunk
Kyrie 4
Kyrie 4
Zoom KD XI
Zoom KD XI
Air Max Infuriatr II
Air Max Infuriatr II

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk sepatu lari Nike yang menggunakan Flywire adalah Free RN 2018, Air Zoom Vomero 13, dan Air VaporMax Flyknit.

Free RN 2018
Free RN 2018
Air VaporMax Flyknit
Air VaporMax Flyknit
Air Zoom Vomero 13
Air Zoom Vomero 13

BOOST, Teknologi Anyar Milik Adidas

Pada bulan Februari 2013 lalu, Adidas bersama dengan BASF yang merupakan sebuah perusahaan kimia terbesar di dunia yang berasal dari Jerman memperkenalkan teknologi BOOST yang merupakan sebuah inovasi khusus yang diperuntukan untuk sepatu Adidas.

Teknologi BOOST ini sendiri adalah merupakan sebuah teknologi yang digunakan pada bantalan sepatu, dimana BOOST terbuat dari TPU (Polyurethane Termoplastik) yang dbuat dengan sedemikian rupa sehingga membuat penggunanya dapat berlari dan berjalan dengan lebih cepat namun dengan menggunakan energi yang lebih sedikit.

BOOST ini khusus dirancang agar tetap empuk, tahan lama, serta tetap dapat berfungsi dengan baik walaupun pada suhu ekstrem. Hal tersebut dihasilkan melalui sebuah proses yang diberi nama Sub-Zero Cold agar busanya dapat menyesuaikan dengan temperatur suhu yang ada disekitarnya, mengeras jika dalam temperatur yang dingin serta akan melunak ketika dihadapkan dengan suhu yang panas.

Bukan itu saja, Adidas juga menjanjikan bahwa sepatu yang menggunakan sol BOOST akan lebih menghemat tenaga pemakainya saat berlari dan berjalan sebesar 40% dibandingkan dengan sepatu yang tidak menggunakan sol BOOST.

Bagi Adidas, BOOST adalah sebuah inovasi yang membuat terobosan tinggi. Hal tersebut sekaligus membuat banyak kalangan yang ingin memakai sepatu yang dilengkapi dengan teknologi BOOST ini.
Karena hal tersebutlah, Adidas menggunakan BOOST hampir di semua seri sepatu-sepatu terbaiknya.

Adidas Energy Boost
Adidas Energy Boost

Seri sepatu Energy Boost ini merupakan sepatu lari yang diluncurkan bersamaan dengan perilisan teknologi BOOST pada bulan Februari 2014.

Adidas Crazylight Boost
Adidas Crazylight Boost

Sepatu Crazylight Boost adalah sepatu yang ditujukan untuk para pecinta olahraga basket. Untuk harganya sendiri, sepatu yang menggunakan teknologi BOOST ini dibanderol mulai dari sekitar 1 Juta-an.

AIR JORDAN XXXIII Dengan Inovasi Terbaru Masa Depan

Pada tanggal 18 Oktober 2018 lalu, Nike secara resmi merilis sepatu seri Air Jordan terbaru mereka yaitu Air Jordan XXXIII. Sepatu Air Jordan XXXIII ini memiliki design yang modern yang dibuat oleh Tate Kuerbis seorang Footwear Designer di NIKE. Sepatu ini juga diklaim merupakan sepatu paling canggih dalam sejarah panjang perjalanan sepatu signature Michael Jordan. Sepatu Air Jordan XXXIII merupakan sepatu pertama yang menggunakan teknologi sistem kuncian Nike yang terbaru, yaitu FastFit.

Sesuai dengan namanya, teknologi FastFit ini sengaja dirancang agar sepatu dapat menyesuaikan tingkat kekencangan sepatu dengan cepat. Lidah sepatu yang memiliki ukuran yang cukup besar akan memudahkan pemakainya untuk memakai sepatu ini. Untuk mengaktifkan sistem pengencangan FastFit ini, kita hanya perlu menarik tali pengikat yang bertuliskan “PULL”, kemudian secara otomatis FastFit akan mengencang serta membuat kaki kalian terkunci dengan sangat baik. Untuk melepas sepatu, kalian hanya perlu menarik loop yang terletak pada bagian samping sepatu.

Sepatu Air Jordan XXXIII ini menggunakan bahan kulit pada bagian Upper-nya, berbeda jauh dengan seri sebelumnya Air Jordan 29 hingga 32 yang menggunakan bahan Knit. Sepatu ini juga dilengkapi juga dengan Overlay yang terbuat dari bahan sintetis, selain itu terdapat juga sebuah tab tambahan pada bagian medial ankle yang berfungsi untuk menghasilkan kuncian terbaik pada sepatu ini.

Sepatu Air Jordan XXXIII hadir dengan 5 coloways yang menarik, yaitu “Utility Blackout” yang didominasi oleh warna hitam nan elegan, “Future Flight” dengan kombinasi warna putih, hitam, dan warna merah, “Visible Utility” yang terinspirasi dari Nike ACG, kemudian “Gio Aliun” serta “Tech Park” yang hanya akan rilis di negara China saja.

Nike Lunarlon, Membuat Kamu Seperti Berlari di Bulan

Sebagai salah satu brand sepatu terkemuka didunia, Nike selalu menghadirkan teknologi-teknologi sepatu yang selalu berkembang demi untuk memenuhi kebutuhan pemakainya. baik itu dari teknologi sederhana hingga dengan teknologi yang futuristik.

Lunarlon, salah satu teknologi dari Nike yang dikembangkan hampir satu dekade lalu oleh Kevin Hoffer dan Eric Avar. Keduanya memiliki tujuan untuk menciptakan teknologi yang akan diterapkan pada sepatu berupa sebuah bantalan lembut serta responsif yang ditujukan kepada para pelari dan pemain basket.

Teknologi Lunarlon ini terinspirasi dari para astronot yang berjalan di bulan, dimana dalam keadaan tak berbobot, lembut, dan empuk. Kevin Hoffer dan Eric Avar kemudian membentuk tim desainer, insinyur kimia, dan teknisi. Kemudian mereka mulai mencari material-material yang tepat agar dapat mewujudkan teknologi ini. Perpaduan busa dan udara adalah material yang sempurna.

Lunarlon ini memiliki perjalanan yang cukup panjang hingga akhirnya, teknologi Lunarlon ini diperkenalkan oleh Nike pada musim panas tahun 2008 di Beijing. Teknologi Lunarlon ini pertama kali diperkenalkan melalui seri sepatu Nike Lunar Racer yang merupakan sepatu maraton dan Nike Hyperdunk yang merupakan sepatu basket.

Nike Hyperdunk
Nike Hyperdunk
Nike  Lunar Racer
Nike Lunar Racer

Kedua seri sepatu tersebut sukses dipasaran dan berhasil menarik hati dunia. Berkat Lunarlon yang empuk, lembut serta responsif ini membuat Nike kembali menggunakan Lunarlon dalam berbagai jenis sepatu mereka. Misalnya Nike LunarSolo, Nike LunarGlide 5 dan Nike Zoom Fly yang merupakan sepatu lari. Sedangkan untuk seri sepatu basket yang menggunakan teknologi Lunarion adalah Nike Lunar Hypergamer, Nike Kobe 8 dan Nike Mamba Rage.

Grail Sneakers Andalan di Seoul Fashion Week 2019

Pada umumnya, street style selalu didominasi oleh brand-brand pakaian olahraga raksasa seperti Nike, Adidas, Puma atau Reebok. Namun pada Seoul Fashion Week 2019 ini membawa aroma yang berbeda, para pria Korea lebih mengikuti jejak grail sneakers Shanghai yang dikombinasikan dengan gaya eklektik dengan paduan siluet hyped.

Sebagian besar sepatu sneakers yang ada di Seoul Fashion Week 2019 ini didominasi oleh model sneakers yang memiliki warna cerah serta bervariasi dalam tampilan gaya. Seoul yang merupakan salah satu Kota termodis di Asia ini memang tidak pernah kehilangan daya tariknya dalam urusan street style.

1. Definisi dari “Grail Sneakers”


Sebelum lanjut ke poin berikutnya, perlu anda ketahui terlebih dahulu definisi grail sneakers ini. Sneakers-sneakers langka yang dipakai oleh para pencinta fashion di Korea ini mungkin bisa menjadi referensi untuk kamu.

Kata grail sneakers ini sendiri berasal dari “Holy Grail” atau “Grail Quest.” yang memiliki arti sesuatu barang yang sangat diinginkan namun sanagt sulit untuk didapatkan. Seperti halnya dengan Yeezy Boost 750 yang sering mendapat sebutan “Grails”. Sneaker Yeezy Boost 750 ini memang sangat terbatas serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Akan tetapi sebenarnya “Grails” tidak sesederhana itu, sneakers Yeezy Boost 750 sudah banyak kita jumpai di situs eBay dengan kisaran harga sekitar 1.500 US Dollar. Makna sebenarnya dari “Grails” ini adalah “barang yang sangat sulit untuk didapatkan” yang berarti barang tersebut memiliki harga yang sangat mahal dan sangat langka.

2. Umbro Bumpy


Sneakers yang baru dirilis ini menawarkan kulit premium, suede, mesh upper, detail logo, dan sol chunky. Umbro Bumpy diluncurkan denga jumlah yang terbatas di Korea Selatan pada bulan Maret lalu. Sneakers ini langsung terjual habis hanya dalam 3 hari saja.

3. Gucci Chunky SEGA Sneaker


Sneakers Gucci Sega Bejeweled Flashtrek ini merupakan kombinasi antara kemewahan dan petualangan. Sneakers ini terinspirasi oleh kegiatan hiking, akan tetapi Gucci tidak memberikan sesuatu yang mewah dan eksentrik pada seri sneakers ini. Sneakers Gucci Sega Bejeweled Flashtrek ini menawarkan detail tali permata yang melintasi bagian atas sepatu serta dapat dilonggarkan.

4. Nike x Off-White Halloween Blazer


Sneakers hasil kolaborasi Nike dan Off-White ini baru saja dirilis pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu. Seperti biasa, sneakers ini pun langsung terjual habis. Nike x Off-White Halloween Blazer ini dirilis dalam dua warna dengan ciri khas Halloween, yaitu warna orange dan hitam. Sneakers ini terdapat fitur mixed-material pada bagian upper dengan model yang menyerupai Nike Blazer.

5. Li-Ning Wade Essence 2 ACE


Sneakers yang termasuk langka ini langsung hype saat Li-Ning memamerkan koleksinya di New York Fashion Week. Bukan hanaya itu saja, informasi di internet mengenai sneakers ini juga bahkan sangat sulit didaptkan. Pada sneakers Wade Essence 2 ACE ini terdapat enam warna yang menghiasi sepatu ini serta membuat sneakers ini memiliki kesan buas.

6. UNDERCOVER X Nike React Element 87


Sneakers ini pertama kali diperkenalkan pada acara UNDERCOVER Paris Fashion Week 2018 yang diadakan pada bulan Maret lalu. Sneakers hasil kolaborasi hebat antara Jun Takahashi dan Nike ini menggunakan semua warna berani yang sanat kental dengan dunia streetwear style.

7. Pharrel x Adidas Crazy BYW


Hampir seluruh sneakers hasil kolaborasi antara Adidas dan Pharrel selalu selalu menghasilkan sneakers warna-warni serta selalu menjadi viral. Sneakers unik ini merupakan kombinasi dari sol Yeezy 500, sock neck dari NMD CS1, serta motif Zebra Yeezy Boost 350. “Black is the new pink”, sepatu ini dirilis dalam dua warna yaitu warna pink dan warna hitam.