Review NIKE KD TREY 5 VI

Setiap tahun Nike selalu merilis sepatu baru, dan kali ini Nike kembali memperkenalkan sepatu Nike KD Trey 5. Sepatu ini merupakan seri takedown atau sepatu dengan harga terjangkau dari seri sepatu basket Kevin Durant. Sepatu Nike KD Trey 5 seri ke-VI ini dirilis pada tahun 2018 lalu ini khusus dirancang untuk pemain serba bisa sperti Kevin Durant.

Detail Looks


Perbedaan paling mencolok antara Nike KD TREY 5 V dan Nike KD TREY 5 VI terdapat pada bagian uppernya. Pada seri VI, Lacing system yang digunakan pada Nike KD X dan Nike KD TREY 5 V sudah tidak digunakan lagi. Akan tetapi pada Nike KD Trey 5 seri VI ditambahkan sebuah Adaptive Strap di bagian midfootnya. Strap ini berfungsi untuk meningkatkan lockdown dari sepatu ini.

Sementara pada ujung strap dan lidah sepatu terdapat sebuah logo KD. Sedangkan Logo swoosh Nike berada di setiap sisi sepatu. Pada sisi bawah kanan sepatu terdapat logo KD dengan ukuran kecil, dan nomor #35 yang merupakan nomor punggung Kevin Durant di Golden State Warrior pada sisi bawah sepatu sebelah kanan.

Upper


Bahan yang digunakan pada bagian upper sepatu Nike KD TREY 5 VI masih menggunakan bahan tekstil, akan tetapi dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat dari seri sebelumnya. Sama seperti pada seri sebelumnya bahan TPU juga digunakan sebagai overlay dari toebox pada sepatu ini.

Midsole


Untuk segi cushioning-nya menggunakan bantalan Nike Zoom yasng terletak pada bagian forefoot serta penggunaan Phylon Midsole yang bertujuan untuk menghasilkan cushioning yang responsif.

Traction


Untuk traction-nya sendiri masih menggunakan traction yang yang digunakan pada seri sebelumnya, yaitu dengan menggunakan pattern Herringbone yang lebar dan sedikit bergelombang. Pola traction ini ini akan menghasilkan traction yang baik saat digunakan baik di luar ataupun di dalam lapangan.

Kesimpulan
Nike KD Trey 5 VI adalah sepatu penyempurnaan dari seri sebelumnya. Upper KD Trey 5 VI dibuat lebih kokoh dan kuat daripada seri sebelumnya, penambahan strap juga mampu memaksimalkan lockdown dari sepatu. Sepatu Nike KD Trey seri VI ternyata dirilis dengan harga yang lebih murah daripada seri sebelumnya, yaitu sekitar 1,2 Juat Rupiah. Sepatu ini diklaim sebagai slah satu sepatu basket dengan harga terjangkau yang dapat digunakan di indoor maupun outdoor.

Under Armour Curry 6, I Can Do All Things

Dengan meerekrut Stephen Curry menjadi duta basket Under Armour dapat disebut sebagai salah satu langkah yang sukses. Keduanya mampu mencuru perhatian masyarakat luas baik dari sisi bisnis maupun ketenaran yang sang pemain. Kisah sukses ini terus berlanjut hingga perilisan sepatu UA Curry edisi keenam.

Untuk sepatu seri UA Curry 6 terbaru ini, Under Armour secara khusus melakukan penelitian biometrik dari gerakan kaki dan kinerja otot saat Curry bertanding.

Design sepatu berkerah rendah (low-top) masih menjadi favorit jika dibandingkan dengan sepatu edisi kerah tinggi (hi-top). Selain untuk memenuhi permintaan pasar, diversifikasi produk tersebut bertujuan untuk membantu Curry agar mendapat sepatu yang sesuai dengan gaya permainannya. Apabila ia ingin tampil agresif, maka edisi kerah tinggi (hi-top) yang sesuai demi untuk mengamankan kaki dari cedera pergelangan kaki. Sementara untuk gaya bermain yang mengandalkan tembakan jarak jauh, Curry lebih memilih kerah rendah . Hal ini bertujuaan untuk memantapkan momentum tembakan serta kontrol maksimal ketika mendarat dari lompatan setelah menembak.

Sepatu UA Curry 6 ini juga telah menggunakan teknologi bantalan HOVR, dimana HOVR ini sebelumnya sudah digunakan pada edisi sepatu lari. Pada sisi samping bagian sol terdapat tulisan “I can do all things” yang merupakan slogan dari Stephen Curry.

Pada edisi perdana sepatu UA Curry 6 ini menggunakan warna hitam yang dikombinasikan dengan warna jingga dan hijau neon. Kombinasi warna tersebut terinspirasi dari Fox Theater yang merupakan ikon dari Kota Oakland serta sekaligus menjadi rumah dari Golden State Warriors.

Untuk harga dari sepatu Under Armour Curry 6 ini dibanderol dengan harga $130 USD atau jika dirupiahkan sekitar 1,8 Juta Rupiah. Sepatu UA Curry 6 rencananya akan dirilis secara global pada 4 Januari 2019.

Under Armour Curry 5

Sepatu Under Armour Curry 5 atau yang biasanya lebih dikenal dengan UA Curry 5 ini merupakan signature shoes terbaru dari Under Armour. Sepatu ini digunakan oleh Steph Curry saat menjuarai NBA pada musim lalu bersama Golden State Warriors.

Sepatu UA Curry 5 dirancang secara dengan menambahkan beberapa inovasi terbaru yang tidak ada pada sepatu terdahulunya. UA Curry 5 memiliki design sepatu dengan model Low-Cut serta menggunakan teknologi Full-knit 360 derajat mulai dari atas sampai dengan bagian bawah pada uppernya.

Selain itu, pada UA Curry 5 juga menggunakan lacing sistem yang cukup unik. System penalian sepatu ini membungkus kaki kita secara penuh sehingga kaki kita akan terasa sangat pas saat mengenakan sepatu ini. Agar dapat memberikan support dan lockdown yang sempurna , Under Armour menggunakan Anafoam pada bagian lateral forefoot hingga pada bagian heelnya. Seperti pada seri sepatu Curry yang lain, bagian midsole pada sepatu UA Curry 5 masih menggunakan full length Eva foam.

 

 

 

 

 

Sementara pada bagian outsole UA Curry 5 menggunakan pola horizontal yang dikombinasikan dengan pola berbentuk lingkaran terinsiprasi dari pi number yang terdapat pada bagian forefoot. Under Armour mengklaim bahwa UA Curry 5 akan memberikan traksi yang sangat baik seperti gaya permainan dari Steph Curry. Karet yang digunakan pada outsole UA Curry 5 ini juga cukup solid dan tebal.

Jadi, kesimpulannya sepatu UA Curry 5 merupakan sepatu yang memiliki kualitas bahan yang sangat baik serta memberikan performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan seri Curry terdahulunya, UA Curry 4.

Nike Flywire, Teknologi Kabel Ajaib

Pada tahun 2008 silam, Jay Meschter yang merupakan Direktur Inovasi dari Nike memperkenalkan sebuah design teknologi baru yang dapat diterapkan pada sepatu yang memiliki fungsi untuk memberikan dukungan pada kaki agar kaki tetap terkunci dengan baik pada tempatnya yang diberi nama Flywire.

Flywire ini terdiri dari filamenfilamen atau kain-kain tipis yang didesign secara khusus dan diletakan pada posisi strategis pada sepatu. Flywire ini dapat diibaratkan seperti kabel-kabel yang dapat kita temukan pada sebuah jembatan gantung. Kabel-kabel atau filamen-filamen  ini berfungsi untuk memberi dukungan dan mengunci secara tepat pada tempat yang diperlukan.

Matthew Nurse selaku Senior Researcher dari Nike Sports Research Lab menyatakan bahwa keuntungan dari teknologi Flywire ini adalah memberikan penyesuaian pada kaki sehingga kaki pemakai akan tetap terasa nyaman saat berjalan ataupun saat berlari. Flywire diaplikasikan pada bagian atas/upper sepatu ini berguna untuk mencegah kaki pemakai agar tidak tergelincir saat berjalan atau berlari, hal tersebut dikarenakan Flywire mengunci secara tepat serta menahan kaki pemakai tetap berada pada posisi yang seharusnya.

Teknologi Flywire ini sudah digunakan pada beberapa seri sepatu Nike, misalnya sepatu basket Nike Lebron 15, Hyperdunk, Kyrie 4, Zoom KD 11, dan Air Max Infuriate II.

Lebron James XV
Lebron James XV
Hyperdunk
Hyperdunk
Kyrie 4
Kyrie 4
Zoom KD XI
Zoom KD XI
Air Max Infuriatr II
Air Max Infuriatr II

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk sepatu lari Nike yang menggunakan Flywire adalah Free RN 2018, Air Zoom Vomero 13, dan Air VaporMax Flyknit.

Free RN 2018
Free RN 2018
Air VaporMax Flyknit
Air VaporMax Flyknit
Air Zoom Vomero 13
Air Zoom Vomero 13